Terima kasih
Kalender Liturgi
Senin, 27 Mei 2013
Kamis, 21 Maret 2013
Sabtu, 09 Maret 2013
Jumat, 01 Maret 2013
Arti Emeritus
Emeritus adalah kata sifat positif yang digunakan untuk menunjuk seorang pensiunan profesor, uskup, Paus, atau profesional lainnya. Untuk perempuan sering digunakan kata "Emerita".
Dalam banyak kasus, istilah ini diberikan secara otomatis kepada semua orang yang pensiun pada peringkat tertentu. Untuk pensiunan profesor hal ini sudah menjadi hal biasa.
Dalam kasus lain, digunakan ketika orang penting dalam sebuah profesi diberikan pensiun atau alih posisi sehingga mantan pangkat masih dapat digunakan dalam gelarnya. Ini sangat berguna untuk mempertahankan hak kekuasaan seseorang di dalam memberikan komentar, memberi ceramah, kuliah atau menulis subjek-subjek terkait dengan profesi mereka meskipun sudah pensiun. Kata ini bisa ditulis didepan gelar (Emeritus Profesor) atau dibelakan gelar (Profesor Emeritus).
Sebagai bentuk pangkat, biasanya "emeritus" ditempatkan sebelum nama seseorang (Professor Emeritus). Seperti sebutan Paus Emeritus, gelar kehormatan yang diberikan Gereja Katolik untuk Paus Benediktus XVI, yang mengundurkan diri pada 28 Februari 2013 pukul 20.00 waktu Vatikan Roma, atau 1 Maret 2013 pukul 02.00 WIB.
Kata Emerere terdiri dari awalan e- yang berarti "keluar dari" atau "dari" dan merēre yang berarti "mendapatkan". [1]
Referensi ^ A Press Lord Without a Rosebud — "New York Times",17 Januari 1993.
Dan disadur juga dari wikipedia.
Selasa, 26 Februari 2013
Arti Latae sententiae
Latae sententiae adalah istilah Bahasa Latin yang digunakan di dalam Hukum Kanon Gereja Katolik Roma yang berarti secara harafiah "dijatuhi hukuman".
Secara resmi, sebuah hukuman latae sententiae secara langsung terjadi begitu hukum dilanggar.[1]
Sebuah hukuman latae sententiae bisa berbentuk salah satu dari tiga hal berikut: ekskomunikasi, interdiksi, atau penangguhan. Ekskomunikasi melarang dilakukannya hak-hak pembaptisan tertentu, dan bisa melibatkan pelarangan keikut-sertaan dalam acara-acara liturgi dan kepengurusan gereja, dan pelarangan penerimaan rahmat-rahmat gereja.[2][3] Sebuah interdiksi melibatkan pelarangan-pelarangan liturgis seperti ekskomunikasi, naun tidak memengaruhi keikut-sertaan di dalam kepengurusan gereja.[4] Penangguhan, yang memengaruhi hanya para anggota pengurus gereja, memengaruhi seluruh atau sebagian kuasa memerintah, kepengurusan, atau fungsi yang melekat pada suatu jabatan tertentu.[5]
Dalam undang-undang Hukum Kanon Katolik Roma yang berlangsung sekarang, terdapat delapan situasi dimana seseorang bisa menerima ekskomunikasi latae sententiae. Kecuali kondisi pengecualian yang ada di kanon 1321-1330[6] dapat dibuktikan, orang-orang dibawah ini menerima ekskomunikasi latae sententiae: seseorang yang murtad dari iman, seorang pengikut ajaran yang menentang ajaran gereja, atau suatu gerakan yang memecah gereja (skisma);[7] seseorang yang membuang benda-benda Ekaristi yang telah diberkati atau yang mengambil dan menyimpannya semua untuk tujuan yang mencemarkan kesuciannya;[8] seseorang yang menyerang Sri Paus secara fisik;[9] seorang imam yang mengampuni seseorang yang terlibat dalam dosa terhadap Printah Allah keenam (pelarangan akan perzinahan) kecuali di bawah ancaman bahaya kematian;[10] seorang uskup Gereja Katolik yang mentahbiskan seseorang menjadi uskup tanpa mandat Sri Paus, dan seseorang yang menerima pentahbisan darinya;[11] seorang penerima pengakuan dosa yang secara langsung melanggar kerahasiaan pengakuan dosa yang sangat suci;[12] seseorang yang mengadakan suatu aborsi yang lengkap;[13] dan para pelanggar hukum yang tidak berkenaan dengan hukum yang membentuk ekskomunikasi latae sententiae namun tanpa peran mereka pelanggaran terhadap hukum ini tidak akan terjadi.[14]
Pihak-pihak lain yang menerima ekskomunikasi latae sententiae berdasarkan dekrit kepausan diantaranya adalah: seseorang yang melanggar kerahasiaan pemilihan paus, atau yang mengganggunya dengan cara-cara seperti suap dan sebagainya;[15] seorang wanita yang ditahbiskan menjadi imam atau seorang uskup yang mentahbiskan seorang wanita menjadi imam.[16]
Referensi ^ "Can. 1314" . Code of Canon Law. http://www.vatican.va/archive/ENG1104/__P4V.HTM . Diakses pada 1 Juni 2008. ^ "Can. 1331" . Code of Canon Law. http://www.vatican.va/archive/ENG1104/__P4X.HTM . Diakses pada 1 Juni 2008. ^ "Excommunication" . Catholic Encyclopedia. New Advent. http://www.newadvent.org/cathen/05678a.htm . Diakses pada 1 Juni 2008. ^ "Can. 1332" . Code of Canon Law. http://www.vatican.va/archive/ENG1104/__P4X.HTM . Diakses pada 1 Juni 2008. ^ "Can. 1333" . Code of Canon Law. http://www.vatican.va/archive/ENG1104/__P4X.HTM . Diakses pada 1 Juni 2008. ^ "Cann. 1321-1330" . Code of Canon Law. http://www.vatican.va/archive/ENG1104/__P4W.HTM . Diakses pada 1 Juni 2008. ^ "Can. 1364" . Code of Canon Law. http://www.vatican.va/archive/ENG1104/__P52.HTM . Diakses pada 1 Juni 2008. ^ "Can. 1367" . Code of Canon Law. http://www.vatican.va/archive/ENG1104/__P52.HTM . Diakses pada 1 Juni 2008. ^ "Can. 1370" . Code of Canon Law. http://www.vatican.va/archive/ENG1104/__P53.HTM . Diakses pada 1 Juni 2008. ^ "Can. 1378" . Code of Canon Law. http://www.vatican.va/archive/ENG1104/__P54.HTM . Diakses pada 1 Juni 2008. ^ "Can. 1382" . Code of Canon Law. http://www.vatican.va/archive/ENG1104/__P54.HTM . Diakses pada 1 Juni 2008. ^ "Can. 1388" . Code of Canon Law. http://www.vatican.va/archive/ENG1104/__P54.HTM . Diakses pada 1 Juni 2008. ^ "Can. 1398" . Code of Canon Law. http://www.vatican.va/archive/ENG1104/__P57.HTM . Diakses pada 1 Juni 2008. ^ "Can. 1329" . Code of Canon Law. http://www.vatican.va/archive/ENG1104/__P4W.HTM . Diakses pada 1 Juni 2008. ^ John Paul II. "Universi Dominici Gregis" . http://www.vatican.va/holy_father/john_paul_ii/apost_constitutions/documents/hf_jp-ii_apc_22021996_universi-dominici-gregis_en.html . Diakses pada 1 Juni 2008. ^ Vatican says will excommunicate women priests | International | Reuters
By http://en.m.wikipedia.org/wiki/Latae_sententiae#section_language
Minggu, 24 Februari 2013
wawancara Paus dengan penulis biografinya (bagian I)
wawancara Paus dengan penulis biografinya (bagian 2)
Tetapi baiklah kita bicarakan hal-hal kecil saja, yang sering kali lebih berarti daripada pernyataan-pernyataan besar, dari konferensi-konferensi dan dari program-program.
Saya menyukai gaya kepausannya; langkah pertamanya yaitu membuat surat kepada komunitas Yahudi; bahwa ia telah menggantikan tiara, yang juga merupakan simbol kekuatan duniawi dari Gereja, dengan mitria pada lambang kepausannya,; bahwa ia meminta pada Sinode para Uskup untuk berbicara juga kepada para tamu dari agama-agama lain – ini juga adalah hal yang baru. Dengan Benediktus XVI untuk pertama kalinya seorang pemimpin telah mengambil bagian dalam debat, tanpa sikap sombong yang memandang orang dari atas ke bawah, melainkan memperkenalkan kolegialitas yang ia perjuangkan dalam Konsili.
Tolong koreksi saya, katanya, saat ia mempresentasikan bukunya tentang Yesus, yang tidak ingin mengumumkan sebagai sebuah dogma atau membubuhkan stempel otoritas tertinggi. Penghapusan ciuman tangan adalah yang paling sulit untuk diterapkan. Pernah ia menahan lengan seorang mantan muridnya yang membungkuk untuk mencium cincinnya itu, dan mengatakan, “mari kita bersikap dengan normal.”
Banyak pengalaman-pengalaman pertama. Untuk pertama kalinya seorang Paus mengunjungi sebuah sinagoga Jerman (dan selanjutnya banyak sinagoga di dunia daripada semua paus sebelum dia dikumpulkan bersama). Untuk pertama kalinya seorang Paus mengunjungi biara Martin Luther, sebuah tindakan bersejarah yang berbeda.
Ratzinger adalah seseorang yang bertradisi, dengan kerelaan ia bergantung dengan apa yang telah ditetapkan, namun mampu membedakan apa yang sungguh abadi daripada apa yang yang muncul dan berlaku hanya untuk suatu periode tertentu. Dan jika diperlukan, seperti dalam kasus Misa Tridentin, menambahkan yang lama ke yang baru, supaya bersama-sama mereka tidak mengurangi ruang liturgi, melainkan mengembangkannya. Dia tidak melakukan segalanya dengan benar, tetapi mengakui kesalahan, bahkan kesalahan (seperti skandal Williamson), di mana ia tidak bertanggung jawab. Tidak ada kegagalan yang lebih dideritanya daripada imam-imamnya, meskipun sejak dari prefek ia sudah memulai semua tindakan yang memungkinkan untuk menemukan pelanggaran seksual yang mengerikan dan menghukum yang bersalah. Benediktus XVI pergi, tetapi warisannya tetap. Penerus dari Paus yang amat rendah hati di era modern ini akan mengikuti jejaknya. Seseorang dengan dengan karisma lain, dengan gaya sendiri, tapi dengan misi yang sama: tidak mendorong kekuatan sentrifugal, tetapi mereka yang terus bersama-sama menjalankan warisan iman, yang tetap pemberani, memberitakan pesan dan membuat kesaksian yang sejati.
Bukan suatu kebetulan bahwa Paus yang mengundrkan diri itu telah memilih Hari Rabu Abu menjadi liturgi besar-nya yang terakhir. Lihatlah, dia ingin membuktikan, di sinilah saya ingin membawamu dari awal, ini adalah jalannya. Sadarkanlah dirimu, bergembiralah, bebaskan dirimu dari pemberat, jangan biarkan dirimu dimakan oleh semangat waktu, jangan buang-buang waktu, lepaskan dirimu dari sekolarisme! Menguruskan badan untuk menaikkan berat adalah program Gereja masa depan. Menyangkal lemak untuk mendapatkan vitalitas, kesegaran rohani, bukan dari inspirasi dan daya tarik terakhir. Dan keindahan, daya tarik, akhirnya juga kekuatan, untuk dapat mengatasi sebuah tugas yang menjadi begitu sulit. “Bertobatlah”, demikian ia berkata dengan kata-kata dalam Alkitab ketika ia menandai dahi para kardinal dan imam dengan abu, “dan percayalah pada Injil”. “Apakah Anda akhir dari yang lama - saya bertanya kepada Paus dalam pertemuan terakhir kami - atau awal yang baru? ». Jawabannya adalah: “Keduanya.”
Peter Seewald (Terjemahan oleh: Shirley Hadisandjaja Mandelli ) Sumber: 2013 Focus dan Corriere della Sera *Mons doctus adalah sebuah bukit yang dahulu pernah menjadi pusat Biara Benediktin.
Shirley Hadisandjaja Mandelli Email: sicilia_shirley@yahoo.com Mohon hubungi pembuat serta Pondok Renungan (pondokrenungan@gmail.com), jika anda ingin menyebarkan karya ini.
Senin, 04 Februari 2013
Semangat OMKers
Minggu, 03 Februari 2013
arti RD dan RP untuk Imam Gereja
Jumat, 21 September 2012
karya ilahi 2 tahun lalu*
Sabtu, 24 Maret 2012
Reuni dan Rekreasi SAHABAT SD Kita 17-18 Maret 2012
Henrik Latipolia
Imron Fabiyantoro
Melki Pangaribuan
Nur Hafni
Ruth Paulina Christine
Sulistia Anggraeni
Arditho
Mega Julianti
Max Andrew
Tri Eko Wibawa Sugara
PERHITUNGAN KESELURUHAN KEUANGAN
No. Nama Kegiatan Debit Kredit Saldo
A. Pemasukan (Kontribusi) 1.360.000
B. Pengeluaran 1.309.000
KONSUMSI (B) 526.000
TRANSPORTASI (C1-C2) 445.000
BIAYA LAIN-LAIN (D) 338.000
(Jumlah Pengeluaran) 1.309.000
C. Jumlah Sisa Dana (untuk KAS) 51.000
*Sisa dana + belum dihitung saat makan siang di IPB (cowo dan cewe makan terpisah (Imron, Eko, dan Supir tidak makan)
Kamis, 08 Maret 2012
Devosi Kepada Lima Luka Suci Yesus Tersalib
Lihatlah, O Yesus yang baik dan manis, aku berlutut di depan Salib-Mu. Dan dengan kerinduan dalam jiwaku, aku berdoa dan memohon: anugerahkanlah dalam hatiku iman yang hidup, pengharapan dan kasih, tobat yang sejati dari dosa-dosaku serta tekad yang kuat untuk memperbaiki hidupku. Dengan cinta yang membara dan penyesalan, aku mengenangkan dan merenungkan kelima luka suci-Mu, seraya memandang Dikau yang terluka, aku teringat ucapan Nabi Daud dari lampau tentang Dikau: “Mereka menusuk tangan dan kakiku segala tulangku dapat kuhitung.”
Luka di Tangan Kanan
Pujian dan hormat bagi-Mu, o Tuhan Yesus Kristus, karena Luka Suci pada Tangan Kanan-Mu. Berkat Luka Kudus ini, semoga Engkau berkenan mengampuni segala dosa yang kami lakukan dengan pikiran, perkataan dan perbuatan, dengan bersikap tak acuh dalam pelayanan kami kepada-Mu, dan dengan mencari kepuasan diri kami sendiri, baik yang kami lakukan dengan sadar maupun tidak sadar. Anugerahkanlah rahmat-Mu kepada kami agar kami selalu setia mengenangkan Sengsara-mu yang kudus, sehingga kami layak menghormati luka kudus-Mu dan wafat-Mu yang Kau tanggung demi cinta-Mu kepada kami dan kami dapat menunjukkan rasa syukur kami atas penderitaan dan wafat-Mu itu dengan mengekang keinginan daging dan nafsu kami ini: Engkau yang hidup dan berkuasa sepanjang segala abad. Amin.
1x Bapa Kami, 1x Salam Maria, 1x Kemuliaan
Luka di Tangan Kiri
Pujian dan hormat bagi-Mu, O Yesus yang Maha baik, atas Luka Suci pada Tangan Kiri-Mu. Berkat Luka Kudus ini, semoga Dikau berbelas kasih kepada kami dan merubah segala sesuatu yang tidak berkenan pada Dikau yang ada dalam diri kami. Anugerahkanlah kami kemenangan atas musuh-musuh-Mu sehingga dengan pertolongan rahmat-Mu kami dapat mengatasi semuanya; dan berkat wafat-Mu yang kudus dan terpuji, semoga Dikau membebaskan kami dari semua marabahaya kini dan di masa yang akan datang, dan jadikanlah kami layak untuk menikmati kemuliaan-Mu dalam kerajaan-Mu: Engkau yang hidup dan berkuasa sepanjang segala abad. Amin.
1x Bapa Kami, 1x Salam Maria, 1x Kemuliaan
Luka di Kaki Kanan
Pujian dan hormat bagi-Mu, O Yesus yang manis, karena Luka Kudus pada Kaki Kanan-Mu. Berkat Luka yang Suci dan Terpuji ini, semoga Dikau menguatkan kami dalam tobat yang sejati dan menghasilkan buah-buah pertobatan kami. Kami memohon pada Dikau dengan rendah hati, demi wafat-Mu yang terpuji, agar menjaga kami siang dan malam dalam kehendak-Mu sehingga kami terbebas dari kemalangan yang mengancam jiwa dan raga kami, dan pada hari penghakiman-Mu nanti, perlakukanlah kami dengan Kerahiman-Mu sehingga kami beroleh kebahagiaan abadi: Engkau yang hidup dan berkuasa sepanjang segala abad. Amin. 1x Bapa Kami, 1x Salam Maria, 1x Kemuliaan
Luka di Kaki Kiri
Pujian dan hormat bagi-Mu, O Yesus yang manis dan penuh belas kasihan, karena Luka Suci pada Kaki Kiri-Mu. Berkat Luka yang Terpuji ini, kami mohon pengampunan atas segala dosa kami dan hukuman yang layak kami terima karena dosa itu, sehingga dengan pertolongan Dikau, kami selamat dari pengadilan-Mu. Kami mohon, O Yesus yang baik dan penuh kasih, demi Wafat-Mu yang kudus, agar di saat menjelang ajal, Kau perkenankan kami mengakui semua dosa kami dalam tobat yang tulus, menerima Sakramen Tubuh dan Darah-Mu yang terpuji, dan juga Sakramen Pengurapan Orang Sakit demi keselamatan kekal: Dikau yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
1x Bapa Kami, 1x Salam Maria, 1x Kemuliaan
Luka di Lambung
Pujian dan hormat bagi-Mu, O Yesus yang baik dan manis, karena Luka pada Lambung-Mu yang Kudus. Berkat luka yang terpuji ini dan berkat kasih-Mu yang tak terhingga yang Kau tunjukkan pada St. Longinus dan kami semua dengan mengijinkan Lambung-Mu ditembus oleh tombak, kami mohon, O Yesus yang baik, sama seperti Engkau memurnikan kami dari dosa berkat Sakramen Pembaptisan, kini Dikau berkenan, berkat Darah-Mu yang kudus yang dipersembahkan hari ini di seluruh dunia, untuk membebaskan kami dari semua yang jahat di masa lalu, masa kini, dan yang akan datang. Semoga berkat wafat-Mu yang pahit, kami dianugerahi iman yang hidup, harapan yang teguh, dan kasih yang sempurna, sehingga kami dapat mencintai Dikau dengan seluruh hati kami, dengan seluruh jiwa kami, dan dengan seluruh kekuatan kami. Penuhilah kami dengan rahmat-Mu agar kami bertekun dalam karya-karya yang baik sehingga kami Kau dapatkan setia dalam pelayanan kami dan memuliakan Dikau kini dan selamanya. Amin.
1x Bapa Kami, 1x Salam Maria, 1x Kemuliaan
Penutup
P : Kami memuji Dikau, ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu
U : Karena berkat wafat dan Darah-Mu yang kudus, Engkau telah menebus dunia
Marilah berdoa,
Allah yang Kekal dan Kuasa, Engkau telah menebus umat manusia berkat lima luka kudus Putra-Mu, Tuhan dan Penyelamat kami Yesus Kristus. Berkat Darah-Nya yang Kudus, anugerahilah kami, yang setiap hari memuji luka-luka ini, keselamatan dari kematian yang tiba-tiba dan tidak dipersiapkan. Semuanya kami mohon dengan perantaraan Putra-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus, yang bersama Dikau dan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa. Amin.
Teks ini diambil dari Litani Luka-luka Kudus Yesus karangan St. Klara dari Assisi. Devosi indah berusia lebih dari 700 tahun ini, disusun dan didoakan setiap hari oleh Bunda Serafik St. Klara dari Assisi, pendiri Ordo Kedua St. Fransiskus yang biasa disebut Ordo Santa Klara.
NIHIL OBSTAT
R.P. Bosco da Cunha, O.Carm
Sekretaris Eksekutif Komisi Liturgi KWI
20 November 2011, Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam
IMPRIMATUR
R.D. Yohanes Subagyo
Vikaris Jendral Keuskupan Agung Jakarta
30 November 2011, Pesta St. Andreas, Rasul
Kerja sama Komisi Liturgi KWI & Komisi Kepemudaan KWI
http://www.orangmudakatolik.net/iyd-2012/doa-doa-iyd/devosi-kepada-lima-luka-suci-yesus-tersalib/
Selasa, 28 Februari 2012
Ucapan Syukur telah sidang Kajian Kateketik
Kamis, 23 Februari 2012
PERATURAN PANTANG DAN PUASA KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA UNTUK TAHUN 2012
Pesan Bapa Suci Benediktus XVI untuk Masa Prapaskah 2012
UNTUK MASA PRAPASKAH 2012
“Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik“ (Ibr 10:24).
Saudara dan saudari yang terkasih,
Masa Prapaskah sekali lagi memberikan kepada kita sebuah kesempatan untuk merenungkan inti terdalam dari kehidupan seorang Kristen, yaitu: perbuatan amal kasih. Ini adalah waktu yang tepat untuk memperbaharui perjalanan iman kita, baik sebagai seorang individu maupun sebagai bagian dari komunitas, dengan bimbingan Sabda Tuhan dan sakramen-sakramen Gereja. Perjalanan ini adalah perjalanan yang ditandai dengan doa dan berbagi, hening dan berpuasa, sebagai antisipasi menyambut sukacita Paskah.
Aspek pertama adalah sebuah undangan untuk “peduli” : kata kerja bahasa Yunani yang dipakai di sini adalah katanoein, yang artinya adalah untuk memeriksa (menyelidiki), untuk menaruh perhatian, untuk mengamati dengan seksama dan percaya akan sesuatu. Kita menjumpai kata ini di dalam Injil ketika Yesus mengundang para murid untuk “memperhatikan” burung-burung gagak, yang tanpa bekerja keras, berada di tengah perhatian dan pemeliharaan Penyelenggaraan Ilahi (bdk. Luk 12:24) dan untuk “memeriksa” balok di dalam mata kita sendiri sebelum mengeluarkan selumbar dari mata saudara kita (bdk. Luk 6:41). Di dalam ayat yang lain dari Surat kepada orang-orang Ibrani, kita menemukan ajakan untuk “mengarahkan pikiranmu kepada Yesus” (3:1), Rasul dan Imam Besar dari iman kita. Maka kata kerja yang mengantar pengajaran kita mengatakan kepada kita untuk memperhatikan sesama, pertama-tama kepada Yesus, untuk saling memperhatikan satu sama lain, dan tidak tinggal dalam keterasingan serta sikap acuh tak acuh kepada keadaan sesama kita. Namun demikian, terlalu sering sikap yang kita tunjukkan justru sebaliknya: yaitu pengabaian dan keacuhan yang lahir dari keegoisan yang disamarkan sebagai tindakan menghargai “privasi”. Saat ini pun, suara Tuhan meminta kita semua untuk saling memperhatikan satu sama lain. Bahkan hari ini, Tuhan meminta kita untuk menjadi “penjaga” saudara dan saudari kita (Kej 4:9), untuk membangun suatu relasi yang didasarkan atas kepedulian satu sama lain dan perhatian kepada kesejahteraan integral jasmani dan rohani dari sesama kita. Perintah yang utama untuk mengasihi satu sama lain menuntut kita untuk mengenali tanggung jawab kita kepada sesama yang, sebagaimana halnya kita sendiri, adalah ciptaan dan anak-anak Tuhan sendiri. Menjadi saudara dan saudari dalam kemanusiaan dan, dalam banyak hal, juga dalam iman, selayaknya menolong kita untuk mengenali di dalam diri sesama kita, sebuah kebalikan dari diri kita (alter ego), yang dicintai tanpa batas oleh Tuhan. Jika kita menanamkan pada diri kita cara ini yang memandang sesama sebagai saudara dan saudari kita, maka solidaritas, keadilan, belas kasihan dan bela rasa akan secara alamiah berkembang di dalam hati kita. Sang Pelayan Tuhan Paus Paulus VI pernah menyatakan bahwa dunia saat ini menderita terutama karena kurangnya persaudaraan: “Kebudayaan umat manusia sedang sangat sakit. Penyebabnya bukanlah karena berkurangnya sumber-sumber daya alam, dan bukan juga karena kontrol monopoli dari segelintir orang: melainkan lebih karena melemahnya ikatan persaudaraan di antara pribadi-pribadi dan di antara bangsa-bangsa (Populorum Progressio, 66).
Panggilan untuk “menjaga” sesama kita adalah berkebalikan dengan mentalitas yang, dengan mengurangi nilai hidup hanya kepada dimensi duniawinya saja, gagal untuk melihatnya dalam perspektif eskatologis dan menerima sembarang pilihan moral apapun atas nama kebebasan pribadi. Masyarakat seperti masyarakat kita dapat menjadi buta terhadap penderitaan fisik dan tuntutan spiritual dan moral kehidupan. Hal ini tak boleh terjadi dalam komunitas Kristiani! Rasul Paulus mendorong kita untuk mengejar “apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun” (Rom 14:19) demi kebaikan sesama, “untuk mendukung satu sama lain” (Rom 15:2), mencari bukan keuntungan pribadi melainkan lebih kepada “kebaikan setiap orang yang lain, sehingga mereka dapat diselamatkan” (1Kor 10:33). Koreksi yang saling membangun, dukungan dalam semangat kerendahan hati, dan perbuatan amal kasih harus menjadi bagian dari kehidupan komunitas Kristiani.
5:16).
3. “Supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik”: berjalan bersama dalam kekudusan.
Kata-kata dari Surat kepada orang Ibrani ini (10:24) mendorong kita untuk merefleksikan panggilan universal kepada kekudusan, sebuah perjalanan yang terus menerus dari kehidupan spiritual sebagaimana kita mengusahakan untuk memperoleh karunia-karunia spiritual yang lebih utama dan kepada perbuatan amal kasih yang lebih bermakna dan berhasil guna (bdk. 1 Kor 12:31-13:13). Menjadi peduli satu sama lain selayaknya menggerakkan kita kepada kasih yang bertambah dan lebih efektif di mana, “seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari” (Ams 4:18), membuat kita hidup setiap hari sebagai antisipasi akan datangnya hidup kekal yang menantikan kita di dalam Tuhan. Waktu yang dikaruniakan kepada kita dalam hidup ini adalah berharga untuk menilai secara bijaksana dan menampilkan perbuatan-perbuatan yang baik dalam cinta kasih kepada Tuhan. Dengan cara ini, Gereja sendiri senantiasa tumbuh kepada kedewasaan penuh di dalam Kristus
(bdk. Ef 4:13). Ajakan kita untuk mendorong satu sama lain untuk meraih kepenuhan cinta dan perbuatan baik berada di dalam prospek pertumbuhan yang dinamis ini.
Dari Vatikan, 3 November 2011
Bapa Paus Benediktus XVI
Senin, 09 Januari 2012
Salam 2012
Selamat Natal 2011 dan Selamat Tahun Baru 2012, semoga kebahagiaan menyertai kita semua. Imanuel (Mat 1:23).
Mohon maaf atas ketidaknyamannya dalam mengunjungi webblog saya.
Salam Damai
SY Melki SP
Kamis, 22 Desember 2011
Kinnaman: Mengapa Banyak Kaum Muda (Barat) Jarang Aktif ke Gereja?
1. Gereja secara aktif memang memiliki banyak kegiatan bersama kaum muda, namun ternyata banyak kaum muda yang justru tidak bertumbuh kedewasaan imannya dalam menjadi pengikut Kristus yang sejati.
2. Ada banyak alasan mengapa orang-orang jatuh dalam dosa dan keputusasaan, oleh sebab itu sangatlah penting untuk tidak menghakimi seluruh generasi.
3. Gereja tidak sigap dan tepat dalam mempersiapkan generasi berikutnya untuk menjadi pengikut Kristus dalam konteks peradaban budaya yang berkembang sangat cepat.
Perbedaan Teologi Katolik dan Teologi Protestan
1. Tiga pilar (Kitab Suci, Tradisi Suci, Magisterium Gereja) vs Sola Scriptura
2. Konsep tentang otoritas
3. Konsep ekklesiologi
4. Sakramen dan liturgi
5. Konsep keselamatan
6. Maria dan para kudus
Sejarah Singkat KAJ
exported from Keuskupan Agung Jakarta [ http://www.kaj.or.id ]
Arah Dasar Pastoral 2011-2015 KAJ
Gereja Keuskupan Agung Jakarta bercita-cita menjadi Umat Allah yang, atas dorongan dan tuntunan Roh Kudus, semakin memperdalam imannya akan Yesus Kristus, membangun persaudaraan sejati dan terlibat dalam pelayanan kasih di tengah masyarakat.
from Keuskupan Agung Jakarta [ http://www.kaj.or.id ]



