Kalender Liturgi

Selasa, 29 Maret 2011

Pengantar Singkat Tentang Sakramen

Mat 16:19 Keys  to the Kingdom of God

Dimana letaknya iman Katolik seperti tujuh sakramen dalam Kitab Suci?
Silahkan klik link ayat-ayat yang terdapat pada bagiannya masing-masing untuk membacanya.


Baptis/ Permandian

Sakramen Baptis/ Permandian



“ Dan kemudian para katekumen (calon baptis) dibawa kepada kami dimana ada air, dan kemudian mereka lahir kembali dengan cara yang sama seperti kami sendiri telah dilahirkan kembali.” Martir Justin (sebelum 165 M)

"Then the catechumens are brought by us to where there is water, and they are reborn into the same manner in which we ourselves were reborn." -- Justin Martyr (before 165 AD)



Telah Diramalkan Dalam Kitab Perjanjian Lama
Yeh36:25 ; 1Pet3:20-21

Yohanes Pembabtis mempersiapkan ‘jalan’
Mrk1:4 ; 8 ; Kis1:5 ; Kis11:16 ; Kis19:4

Dilanjutkan oleh Para Rasul
Yoh4:2

Di Dalam Nama Kristus
Kis2:38 ; Kis8:16 ; Kis10:48 ; Kis19:5 ; Why14:1 ; Why22:4

Di Dalam Nama Trinitas
Mat28:19

Untuk Semua Manusia
Mat28:19 ; Mrk16:15-16 ; Luk24:47 ; Kis2:38

Dibaptis ke Dalam Kristus
1Kor12:13 ; Gal3:27

Dibaptis Dalam Kematian-Nya
Rom6:3

Dibaptis Untuk Memperoleh Hidup Yang Baru
Rom6:4 ; Tit3:5

Dibaptis Dengan Air dan Roh Kudus
Yoh3:5 ; Ef5:26 ; Tit3:5

Hanya Ada Satu Baptisan
Ef4:5

Mengapa Pembaptisan Sangat Perlu
Mrk16:16 ; Yoh3:5

Untuk Penebusan / Pengampunan Kita
1Yoh5:6

Yang Menyucikan
1Kor6:11 ; Ef5:26

Yang Membenarkan
1Kor6:11

Kepastian Akan Kebangkitan Kita
Rom6:3-5 ; 1Kor15:29

Pemberian Cuma-Cuma Dari Tuhan
Tit3:5

Menghapuskan Dosa
1Pet3:21 ; Kis2:38 ; Kis22:16




Pengakuan Dosa/ Tobat

Sakramen Pengakuan Dosa/Tobat



Berdamai / Bersatu Kembali Dengan Allah (Rekonsiliasi) / Pengakuan Dosa

Tuhan Mengampuni Dosa
Mrk2:7 ; Luk5:21

Kristus Mempunyai Kuasa Untuk Mengampuni Dosa
Mat9:6 ; Mrk2:10 ; Luk5:24 ; Kol3:13

Tentang Pengakuan Dosa yang diajarkan oleh Kristus
Yoh20:22-23

Pengampunan harus melalui Kristus
2Kor2:10

Adalah Untuk Berdamai Kembali Dengan Kristus
2Kor5:18

Perdamaian / Penyatuan Ini Berasal Dari Kristus
Rom5:11 ; Kol1:20 ; Ibr1:3

Kekuasaan Untuk Mengampuni Telah Diberikan Oleh Kristus
Yoh20:23 ; 2Kor5:18

Tingkatan Dosa (Yang Membawa Maut atau Yang Dapat Dimaafkan ?)
1Yoh5:16

Penalti / Silih, Mendamaikan dan Mempersatukan Kembali Pendosa kepada Persatuan Orang Orang Percaya
2Kor2:5-8

"Jikalau Kamu Mengampuni Dosa Orang, Dosanya Diampuni."
Yoh20:22-23

Mengikat di Dunia dan di Surga.
Mat18:18

Wadah Bagi Perdamaian / Penyatuan Kembali Dengan Tuhan
2Kor5:18

Pengampunan Dosa, Menyembuhkan Penyakit, Pengakuan Dosa.
Yak5:14-16


Ekaristi/ Perjamuan Kudus

Sakramen Ekaristi


“Orang yang paling menentang upacara Kristen pun mengakui bahwa jika Gereja Katholik tidak mempelopori perjamuan roti dan anggur, maka orang lain pasti akan melakukannya.” G. K. Chesterton

"The most ferocious opponent of the Christian ceremonials must admit that if Catholicism had not instituted the bread and wine, somebody else would most probably have done so." G. K. Chesterto


Dinamakan Perjamuan Makan Malam Tuhan
1Kor11:20 acuan ini kurang pas ?

Disebut Agape (Pesta Cinta Kasih)
Yudas 12

Disebut Dengan Peristiwa Pemecahan Roti
Kis2:42

Dijanjikan Oleh Kristus
Yoh6:27-59

Dimulai / Diajarkan Oleh Kristus
Mat26:26-29 ; Mrk14:22 ; Luk22:15-20 ; 1Kor11:23-25

Kristus Benar Benar Hadir
Mat26:26 ; Mrk14:22 ; Luk22:19 ; Yoh6:35 ; Yoh6:41 ; Yoh6:51-58 ; 1Kor11:27-29

Peringatan akan Kalvari
Mat26:28 ; Luk22:19-20 ; 1Kor10:16 ; 1Kor11:25-26

Mempersatukan Kita Dalam Kristus
Kis2:42 ; Rom12:5 ; 1Kor10:17

Diperbolehkan Menerima Salah Satu Wujud Suci, Hanya Roti atau Anggur Saja
Luk24:30 ; Yoh6:51 ; Yoh6:57-58 ; Kis20:7 ; 1Kor10:17 ; 1Kor11:27

Sumber kehidupan Kekal Dalam Tuhan
Yoh6:27 ; Yoh6:33 ; Yoh6:50-51 ; Yoh6:58 ; 1Kor11:30

Yesus Adalah Roti Kehidupan
Yoh6:35-51

Inilah Tubuh-Ku Inilah Darah-Ku
Mat26:26-27 ; Mrk14:22-24 ; Luk22:19-20 ; 1Kor10:24-25

Akibat Yang Serius Dari Dosa Terhadap Tubuh dan Darah
1Kor11:26-30

Dialog Panjang tentang Ekaristi, Yesus Benar-Benar Hadir, Dimana Yesus Secara Jelas Mengatakan “Tubuh Dan Darah-Ku”
Yoh6:32-58


Krisma/ Penguatan

Sakramen Krisma/ Penguatan


Pengurapan. Simbol dari pengurapan dengan minyak yang juga adalah pertanda Roh Kudus, sehingga menjadi satu dalam Roh Kudus. Dalam inisiasi sebagai seorang Kristen, pengurapan adalah tanda sakramen dari pernyataan Setuju (Konfirmasi), disebut “peng-Khrisma-an” di Gereja Gereja di Timur. Makna dan Kekuatan Sesungguhnya hanya bisa didapat bila dipersatukan dengan pengurapan yang dilakukan oleh Roh Kudus, oleh Yesus. Krisus (dalam bahasa Yahudi “Mesias”) berarti Dia “Yang Diurapi” oleh Roh Kudus. – Katekismus Gereja Katholik

Anointing. The symbolism of anointing with oil also signifies the Holy Spirit, to the point of becoming a synonym for the Holy Spirit. In Christian initiation, anointing is the sacramental sign of Confirmation, called "chrismation" in the Churches of the East. Its full force can be grasped only in relation to the primary anointing accomplished by the Holy Spirit, that of Jesus. Christ (in Hebrew "messiah") means the one "anointed" by God's Spirit. -- The Catechism of the Catholic Church

Roh Kudus Tinggal Dalam Diri Kita
Yoh14:17 ; Kis2:4 ; Kis10:44

Dijanjikan Oleh Kristus
Yoh14:16 ; Yoh14:26 ; Yoh15:26

Dianugerahkan Dengan Menumpangkan Tangan
Kis8:17 ; Kis19:6

Berbeda Dari Baptisan
Kis8:15

Diterima Sebelum Dibaptis
Kis10:44

Diterima Setelah Dibaptis
Kis2:38 ; Kis8:14-17 ; Kis19:5-6


Perkawinan


Sakramen Perkawinan


Dipersatukan Oleh Tuhan Allah
Kej1:28 ; Kej2:18 ; Tob8:5-7 ; Mat19:6

Hubungan Dalam Pernikahan menyerupai Kristus dan Gereja-Nya
Ef5:21-23

Dua Menjadi Satu Daging
Kej2:23-24 ; Mat19:3-6 ; Ef5:31

Hendaknya saling menghormati satu sama lainnya
1Kor7:4 ; Ef5:21-25 ; Ef21:33 ; Kol3:18-19

Persatuan Itu Kudus
1Kor7:13-14 ; Ef5:25-26

Supaya Mendapatkan Anak
Kej1:28

Perpisahan hanya Baik Untuk Jangka Waktu Pendek
1Kor7:1-5

Anak Anak Adalah Berkat Dari Tuhan
Kej24:60 ; Kej30:1-3 ; Mzm127:3 ; 1Sam1:6 ; Luk1:25

Perceraian Itu Dilarang
Mat5:32 ; Mat19:9 ; Mak10:2-12 ; Luk16:18 ; 1Kor7:10

(Hanya) Kematian (Yang Bisa) Memutuskan Pernikahan
Rom7:2 ; 1Kor7:39

Panggilan Selibat, Beberapa Orang Dipanggil Untuk Hidup Selibat (Paulus dan Banyak Pewarta Yang Lain Tidak Menikah, Yesus Tidak Menikah)
Mat19:12 ; 1Kor7:25


Pembatalan atau Perceraian?

Pembatalan atau Perceraian? Kita harus mengerti perbedaannya

Salah satu kesalah-pahaman yang paling umum tentang Ajaran Katholik adalah perbedaan antara Pembatalan dan Perceraian. Kadang-kadang orang menyamakan Pembatalan dengan Perceraian Katholik – Tidak ada lagi yang bisa lebih keliru. Bagi Orang Katholik tidak Ada Perceraian (lihat Mat5:32 ; Mat19:9 ; Mrk10:2-12 ; Luk16:18 ; 1Kor7:10). Pembatalan adalah Sebuah Pernyataan dari Gereja bahwa sebuah Sakramen Pernikahan tidak pernah terjadi / berlangsung.

One of the most common misunderstandings about Catholic teaching is the difference between an annulment and a divorce. Often people say an annulment is just a Catholic divorce -- nothing could be further from the truth. To Catholics there is no divorce (ref Mat5:32 ; Mrk10:2-12). An annulment is a statement by the Church that a sacramental marriage has never taken place.

Ambillah contoh seseorang yang dipaksa untuk menikah. Gereja akan mengatakan bahwa itu bukanlah pernikahan Kristen yang Sah. Hukum Sipil juga mengatakan hal yang sama. Pernikahan dibawah todongan senjata bukanlah pernikahan Kristen yang Sah.

Take for example someone who is forced into a marriage. The Church would say that is not a Christian marriage. Civil law is exactly the same. A shotgun wedding is not a Christian marriage.

Bagi orang Kristen ada beberapa alasan lagi untuk mendapatkan pembatalan. Gereja selalu mengajarkan bahwa pernikahan harus bersifat terbuka untuk mendapatkan anak. Jika satu pasangan menikah tapi tidak mempunyai niatan untuk memiliki anak, maka Gereja bisa memutuskan bahwa pernikahan ini tidak sacramental dan tidak bermakna. (Hati-hati untuk tidak mengartikan bahwa engkau harus mempunyai anak untuk dapat dikatakan memiliki pernikahan yang sah – engkau hanya diharuskan untuk bersikap terbuka untuk mendapatkan anak.

For Christians there are other reasons for granting an annulment. The Church has always taught that a marriage should be open to children. If a couple gets married but has no plans for children, then the Church might rule that marriage is not sacramental and is in fact null. (Be careful not to read this to mean you must have children to have a valid marriage -- you must only be open to children.)

Pembatalan adalah sebuah pernyataan dari Gereja bahwa sebuah Sakramen Pernikahan tidak pernah terjadi. Perceraian adalah sebuah pernyataan dari lembaga sipil bahwa sebuah pernikahan telah berakhir.

An annulment is a statement by the Church that a sacramental marriage did not occur. A divorce is a statement by a civil authority that a marriage is dissolved.




Pengurapan Orang Sakit/ Peminyakan

Sakramen Pengurapan Orang Sakit


Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan, Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. – Yak5:14-15

Is anyone among you sick? He should summon the presbyters of the church, and they should pray over him and anoint (him) with oil in the name of the Lord, and the prayer of faith will save the sick person, and the Lord will raise him up. If he has committed any sins, he will be forgiven. - James 5:14

Minyak Yang Digunakan Untuk Mengurapi Orang Sakit
Mrk6:13 ; Yak5:14

Diterima Dengan Iman Dalam Doa
Yak5:15

Dalam Nama Tuhan
Yak5:14

Juga Mengampuni Dosa
Jas 5:15

Mengembalikan Kesehatan
Mrk6:13 ; Yak5:15


Tahbisan

Sakramen Imamat


Tugas Dan Fungsi Imam Dalam Kitab Perjanjian Lama
Ul33:7-11

Keimamatan Melkisedek diatas Keimamatan Aaron
Ibr7:1-17 ; Ibr8:1-13

Melkisedek Menulis Tentang Kristus
Mzm110:4 ; Ibr5:6 ; Ibr5:10 ; Ibr6:20

Keimamatan Kristus Yang Sempurna
Ibr3:1-4 ; Ibr7:27 ; Ibr8:4-6 ; Ibr9:12-14 ; Ibr9:25 ; Ibr10:5

Pemanggilan Keduabelas Rasul
Mat10:1 ; Mat16:16-19 ; Luk6:13 ; Luk22:32 ; Yoh21:15-17

Berkat Untuk Para Rasul
Yoh20:22

Pengutusan Para Rasul (Karya Kerasulan)
Mat28:19 ; Mrk16:15 ; Luk24:47 ; Yoh20:21

Penumpangan Tangan Sebagai Tanda Untuk Meneruskan Keimamatan
1Tim4:14 ; 1Tim5:22 ; 2Tim1:6 ; Tit1:5

Tugas dari Seorang Imam
Mal1:11 ; Mat28:19 ; Yoh20:23 ; 1Kor11:24 ; Yak5:14

Tingkatan Autoritas
1Kor12:28 ; Ef4:11 ; 1Tes5:12 ; Yak3:1

Keimamatan Orang Percaya
Ef2:19-20 ; 1Pet2:5 ; 1Pet2:9

Berdoalah Untuk Karya Ke-imamat-an
Mat9:37-38 ; Luk10:2

Keimamatan dalam Era Perjanjian Baru
Rom15:16

sumber
http://ekaristi.org/dokumen/dokumen.php?subaction=showfull&id=1140381976&archive=&start_from=&ucat=1&

Saya dan Panggilan Religius

Ordo Fransiskan (OFM = Saudara-saudara Dina)APA ITU ORDO RELIGIUS?

Kebanyakan dari kita lebih suka jadi orang yang mandiri. Kita tidak suka orang lain mengatakan kepada kita apa-apa yang harus kita lakukan. Kebebasan memang menyenangkan, tetapi juga harus dibayar mahal. Beberapa keputusan yang kita buat membawa dampak yang buruk. Biasanya dampak tersebut tidak terjadi seketika itu juga, namun lambat-laun dampak tersebut akan mendatangkan masalah yang serius bagi kita.


Kebanyakan, masalah diakibatkan oleh ketamakan dan sikap terlalu mementingkan diri sendiri. Oleh sebab itulah sebagian orang memutuskan untuk mencari cara hidup yang lebih baik. Mereka menggabungkan diri dalam suatu komunitas, yaitu sekelompok orang yang saling berbagi apa yang mereka miliki. Mereka menyerahkan segala harta milik mereka masing-masing dan menjadikannya milik bersama.

Komunitas yang paling baik adalah kelompok orang yang bergabung bersama berdasarkan iman kepada Tuhan. Biasanya mereka tinggal bersama. Komunitas seperti ini disebut Ordo Religius. Anggota Ordo tidak hanya berbagi harta milik saja, tetapi mereka juga saling menolong agar masing-masing anggota dapat menjalin hubungan yang lebih akrab dengan Tuhan.

Hal demikian itu disebut Spiritualitas atau rohaniah. Mereka mengatur segala sesuatu dalam kehidupan mereka sehari-hari dengan tujuan rohani. Ordo-ordo religius adalah tanda hidup yang mengingatkan kita bahwa ada banyak hal yang lebih penting dari hanya sekedar hidup. Hidup itu suatu perjalanan, bukan tujuan.

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com

Panggilan sebagai ImamAPA ITU PANGGILAN?

Dalam bahasa Inggris panggilan disebut “vocation”. Vocation berasal dari kata Latin “vocare” yang artinya “memanggil”. Tuhan memanggil kita semua untuk ambil bagian dalam pelayanan Kristiani, tetapi Tuhan memanggil sebagian dari kita untuk mengabdikan diri secara istimewa sebagai imam, biarawati dan anggota Ordo atau Tarekat Religius.

Ada suatu kisah menarik dalam Kitab Suci tentang seorang anak laki-laki bernama Samuel. Ia mendengar suara Tuhan memanggilnya di suatu malam. Karena tidak tahu apa yang harus diperbuatnya, Samuel mohon petunjuk dari seorang nabi yang telah lanjut usianya. Maka berkatalah nabi itu kepada Samuel, “Jika Tuhan memanggilmu lagi, katakanlah, 'Berbicaralah Tuhan, hambamu mendengarkan.'”

Panggilan adalah salah satu cara untuk menjawab panggilan Tuhan. Panggilan berarti mengabdikan diri sepenuhnya untuk melayani Tuhan dan umat-Nya. Upahnya tidak seberapa, tetapi ganjarannya sungguh luar biasa. Coba bayangkan kepuasan yang kalian peroleh dari mengabdikan diri kepada Tuhan dengan berbuat baik kepada semua orang setiap hari!

Adakah Tuhan memanggilmu untuk hidup membiara? Satu-satunya cara untuk mengetahui jawaban-Nya adalah dengan berdoa dan mohon petunjuk dari seorang imam atau biarawati. Layakkah engkau? Seseorang pernah mengatakan, jika Tuhan memanggilmu untuk menjadi seorang misionaris, jangan bersikeras menjadi seorang raja.

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com

MENGAPA PARA IMAM DIPANGGIL “BAPA”?

Yesus bersabda, “Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga” (Matius 23:9). Sebagian orang bukan Katolik menggunakan ayat tersebut untuk mengkritik Gereja Katolik karena memanggil para imamnya dengan sebutan “Bapa” (Father, Pater, Padre, Romo, semua istilah tersebut berarti `Bapa').


Tetapi Yesus bukannya melarang kita menggunakan kata 'Bapa', melainkan Ia menghendaki agar kita ingat bahwa Tuhan Allah adalah Bapa yang Paling Sempurna. Sebutan 'Bapa' digunakan untuk menyapa para Imam, Uskup dan Paus.

Kata 'Paus' berasal dari bahasa Latin yang berarti Bapa (Yun=Pappas=Bapa). Dahulu semua Uskup disapa dengan sebutan 'papa' atau 'paus'. Sebutan tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan hubungan rohani para Uskup dengan semua orang yang dipercayakan Tuhan kepadanya. Para rohaniwan mewakili Bapa Surgawi yang telah menciptakan kita. Jadi, ketika kita berbicara kepada seorang imam, kita sungguh-sungguh sedang berbicara kepada Tuhan melalui hamba-Nya yang tidak sempurna, namun setia, yang mewakili sosok Bapa.

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com

APA BEDA IMAM “DIOSESAN” DAN IMAM “RELIGIUS”?

Pertama-tama, semua imam adalah orang-orang yang dipanggil secara khusus oleh Tuhan untuk melayani umat-Nya. Karya kerasulan mereka meliputi khotbah / ceramah, pelayanan Sakramen dan sebagai gembala umat.

Para imam diosesan adalah para imam yang tergabung dalam suatu wilayah geografis yang disebut keuskupan. Para imam diosesan berada di bawah kepemimpinan seorang uskup. Mereka ditahbiskan untuk melayani umat dalam wilayah keuskupan, biasanya mereka ditempatkan di suatu daerah tertentu yang disebut paroki. Bekerjasama dengan Bapa Uskup, para imam diosesan melayani kebutuhan rohani umat dan mewartakan Injil di wilayah tersebut.

Para imam religius, yang adalah anggota suatu komunitas religius, melaksanakan pelayanan imamat mereka sesuai dengan SPIRITUALITAS dan MISI komunitas religius mereka.

Contoh komunitas religius adalah Serikat Sabda Allah (SVD) dan Passionis (CP). Para imam religius terikat pada kelompok religius mereka oleh kaul yang mereka ucapkan. Karya pelayanan mereka adalah seluas misi komunitas religius. Mereka dapat berkarya di wilayah sini atau sana; mereka dapat ditugaskan di manapun sesuai yang ditetapkan pimpinan biara bagi mereka. Jadi, para imam religius tidak terikat oleh wilayah tertentu. Di manapun mereka berkarya, para imam religius melaksanakan pelayanan imamat mereka sesuai spiritualitas dan misi komunitas religius mereka. Passionis didirikan oleh St. Paulus dari Salib untuk senantiasa menghidupkan kenangan akan Sengsara dan Wafat Kristus. Serikat Sabda Allah (SVD) didirikan oleh St. Arnoldus Janssen untuk dengan semangat kasih kepada Allah Tritunggal mewartakan Sabda Allah. Baik para imam Passionis maupun SVD melaksanakan karya kerasulan mereka dengan berbagai macam cara dan di berbagai macam negara di segenap penjuru dunia.

UskupBAGAIMANA SEORANG USKUP DIPILIH?

Pada jaman Romawi kuno, para raja membagi kerajaannya ke dalam wilayah-wilayah politik yang disebut “diosis”. Diosis (atau Keuskupan) berasal dari bahasa Yunani yang artinya “pembagian administratif”. Seorang gubernur memimpin setiap Diosis. Diosis kemudian dibagi-bagi lagi ke dalam wilayah-wilayah yang disebut provinsi.

Setelah jatuhnya Roma pada tahun 476, Gereja Katolik mengambil alih sistem tersebut. Provinsi kemudian pada akhirnya merupakan kumpulan beberapa diosis.

Dahulu, sebagian besar uskup dipilih langsung oleh umat. Dalam suatu kasus yang amat terkenal, St. Ambrosius dipilih menjadi Uskup Milan, Italia, bahkan sebelum ia dibaptis! Pada waktu itu St. Ambrosius adalah seorang gubernur propinsi yang datang ke tempat pemilihan untuk menjaga ketenangan serta keamanan pemilihan. Seorang anak kecil melihatnya dan mulai berteriak-teriak, “Ambrosius, Uskup; Ambrosius, Uskup.” Banyak orang mendukung Ambrosius. St. Ambrosius cepat-cepat dibawa untuk mengikuti segala upacara dari seorang yang belum dibaptis hingga menjadi seorang Uskup hanya dalam waktu delapan hari!

Sejak abad kesebelas, uskup selalu ditunjuk oleh Paus. Tentu saja, Paus mengandalkan pendapat-pendapat provinsi setempat serta berbagai kalangan pejabat Vatikan. Jika seorang uskup mengundurkan diri, dipindah tugaskan atau meninggal, para uskup dalam provinsi berunding bersama untuk mengajukan seorang pengganti.

Pemimpin provinsi adalah seorang Uskup Agung. Uskup Agung menemui kelompok uskup tersebut serta memilih seorang calon untuk diajukan sebagai uskup baru. Nama calon tersebut dikirim ke Vatikan. Kecakapan calon atau pun para saingannya tidak pernah dinyatakan secara umum. Paus menentukan pilihan akhir. Vatikan meminta persetujuan calon yang terpilih dan pada akhirnya nama Uskup yang baru tersebut diumumkan.

Kata “Uskup” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “pengawas”. Seorang Uskup adalah imam pemimpin, administrator keuangan, serta pemimpin dari sebuah diosis/keuskupan atau keuskupan agung. Lebih dari segalanya, uskup wajib menjadi imam segala imam.

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com


APA YANG TERJADI JIKA SEORANG PAUS MENINGGAL DUNIA?

Paus Yohanes Paulus II adalah paus yang memegang jabatan paus paling lama di abad ke 20 dan di masa sekarang ini. Kebanyakan dari kalian tentu belum pernah mengalami masa pemerintahan seorang paus yang lain.

Kita berdoa agar beliau akan tetap menjadi Paus di banyak tahun mendatang, tetapi pada akhirnya ia akan wafat. Jika demikian, apa yang akan terjadi?

Tidak seorang pun diperbolehkan memotret seorang paus yang sedang menghadapi ajal atau pun merekam kata-kata terakhirnya. Sesudah wafatnya, ia baru boleh dipotret setelah jubah paus dikenakan kepadanya. Ketika telah dikeluarkan pernyataan resmi tentang wafatnya paus, tanggung jawab pemerintahan kepausan sehari-hari dipegang oleh Para Kardinal.

Para Kardinal dipimpin oleh Kardinal Camerlengo. Istilah untuk jabatan ini berasal dari bahasa Latin yang artinya “Departemen Keuangan”. Pada umumnya Kardinal Camerlengo bertugas melaksanakan kegiatan Vatikan sehari-hari. Ia tidak mempunyai wewenang untuk menetapkan hukum atau ajaran-ajaran baru.

Ritual pemakaman seorang paus berlangsung selama sembilan hari. Ia dimakamkan di bawah Basilika St. Petrus, kecuali jika ia berpesan untuk dimakamkan di tempat lain. Lima belas hingga dua puluh hari setelah pemakaman paus, dilaksanakanlah proses pemilihan seorang paus baru.

Pemilihan paus baru diadakan di antara para Kardinal. Mereka dikurung di suatu tempat dekat Kapel Sistine. Hanya para Kardinal yang berusia di bawah 80 tahun yang boleh ikut ambil bagian.

Kardinal Camerlengo wajib mengawasi bahwa tidak seorang pun yang dapat berkomunikasi dengan dunia luar. Ia harus menempatkan teknisi-teknisi yang cakap untuk memastikan bahwa tidak ada peralatan audio-visual yang dapat digunakan untuk memata-matai. Tidak ada pula telepon genggam atau mikrofon tersembunyi. Pertemuan itu disebut Conclave (Latin, Conclave).

Pada hari pertama dilakukan satu kali pemungutan suara dan pada hari-hari selanjutnya setiap hari dilakukan empat kali pemungutan suara. Seorang paus yang baru harus dipilih oleh sekurang-kurangnya dua pertiga suara terbanyak dari para kardinal yang hadir. Jika tidak ada suara terbanyak, kartu pemungutan suara dibakar di sebuah perapian kecil. Cerobong asap perapian tersebut terlihat dari alun-alun St. Petrus.

Orang banyak biasanya datang untuk melihat. Jika paus baru belum terpilih dari hasil pemungutan suara, ditambahkanlah jerami (atau suatu bahan kimia) pada perapian sehingga asap yang keluar berwarna hitam. Jika seorang paus baru telah terpilih, ditambahkanlah suatu bahan kimia pada perapian sehingga asap yang keluar menjadi berwarna putih. Orang banyak dengan gelisah memandang ke cerobong asap untuk melihat warna asap yang keluar.

Tiga orang Kardinal dipilih oleh kelompok tersebut untuk menjadi Scrutineers (Pengawas). Tugas mereka adalah mengumpulkan kartu pemungutan suara, membukanya dan membacanya dengan keras. Mereka juga bertugas menusuk setiap kartu pemungutan suara dengan jarum dan menjahitnya menjadi satu.

Ketika seorang Kardinal memperoleh dua pertiga suara terbanyak, kelompok tersebut meninggalkan kapel. Segera sesudahnya, Kardinal Camerlengo tampil bersama paus yang baru terpilih di balkon Basilika dan mengumumkan, Habemus Papam! Kita mempunyai seorang Paus!

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com

PERNAHKAH ADA SEORANG REMAJA YANG MENJADI PAUS?

Ya, Paus Yohanes XII baru berusia delapan belas tahun ketika ia dinobatkan sebagai Paus. Ia dikenal sebagai “Paus Bocah”.


Paus Yohanes XII dilahirkan di Roma pada tahun 937 dalam suatu keluarga yang amat berpengaruh. Ia diberi nama Oktavius. Ayahnya bernama Alberic, seorang penguasa Roma. Alberic memaksa para anggota Majelis Tinggi Roma untuk bersumpah bahwa mereka akan menobatkan anaknya sebagai paus segera setelah wafatnya Paus Agapetus II yang pada waktu itu bertahta.

Paus Yohanes XII dinobatkan sebagai Paus pada tanggal 16 Desember 955. Ia hanya bertahta selama sembilan tahun dan wafat secara misterius.

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com

Cincin PausAPA ITU CINCIN PENJALA IKAN?

Cincin pada umumnya dikenakan sebagai perhiasan, namun kadang kala cincin dikenakan untuk kepentingan lain. Berabad-abad yang silam hampir semua orang tidak dapat menulis, bahkan menuliskan namanya sendiri.

Mereka menggunakan cap pribadi (seperti jika kita menggunakan stempel karet) untuk menandatangani suatu perjanjian. Karena cap tersebut amat berharga, mereka senantiasa membawanya bersama mereka, yaitu dengan mengenakannya sebagai cincin cap.

Sejak abad ke-13, para paus mengenakan cincin untuk keperluan ini. Pada cincin paus tersebut terdapat gambar seorang penjala ikan yang menggambarkan St. Petrus, paus pertama. Disekeliling cincin dituliskan nama paus yang bertahta. Cincin diberikan kepada Paus pada saat ia diangkat dan dimusnahkan ketika Paus meninggal.

Pada jaman modern para paus tidak lagi mengenakan cincin penjala ikan yang asli, melainkan duplikatnya. Sebagian orang menyambut paus dengan mencium cincinnya.

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com

APA ITU VICARIS?

Kata 'Vicaris' berasal dari bahasa Latin yang berarti “wakil”. Dalam Gereja Paus Yohanes Paulus IIKatolik, seorang vicaris adalah seseorang yang mewakili seseorang atau jabatan tertentu. Sebagai contoh, seorang Vicaris Jenderal adalah seorang imam yang mewakili uskup jika Bapa Uskup berhalangan hadir di sana. Seorang Vicaris Apostolic adalah wakil Bapa Paus untuk memerintah sebuah keuskupan.


Vicaris yang paling dikenal adalah Bapa Paus. Ia disebut sebagai “Vicaris Kristus di dunia.” Artinya ia adalah wakil Kristus yang adalah Tuhan. Bapa Suci berbicara dan menyampaikan nasehat-nasehatnya dengan kuasa Allah. Kuasa seperti itu pertama kali diberikan kepada Santo Petrus.

sumber : 1. P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com; 2. P. D. Suwadji.CM; Mini Ensiklopedia Katolik

Vatican
APA ITU KURIA?

Gereja Katolik adalah organisasi yang paling besar di seluruh dunia. Jika orang berbicara tentang lembaga ini, biasanya mereka berpikir tentang Paus. Bapa Suci adalah pemimpin gereja, tetapi sebagian besar pekerjaan administrasi gereja dilakukan oleh Kuria Romawi.

Kata Kuria berasal dari dua kata Latin, yaitu: `co' dan `vir' yang diterjemahkan secara harafiah sebagai “manusia bekerjasama.” Artinya suatu dewan atau majelis yang beranggotakan orang-orang. Pada jaman Romawi kuno, para kepala keluarga dari berbagai kalangan bertemu untuk membicarakan kerjasama yang saling menguntungkan. Pertemuan itu berkembang dan akhirnya terbentuklah Majelis Romawi. Kata `curiae' juga menunjuk pada tempat di mana kelompok tersebut berkumpul. Dapat juga berarti pengadilan.

Gereja Katolik menggunakan istilah Kuria untuk menyebut sistem administrasinya. Kuria Romawi dipimpin oleh Sekretaris Negara Kepausan dan kantornya ada di Roma. Kuria mengawasi serta mengurus sebagian besar karya serta kebutuhan umat Katolik Roma di seluruh dunia. Paus tidak dapat melakukan semua hal tersebut seorang diri saja, oleh karenanya ia melimpahkan tanggung-jawabnya kepada Kuria Romawi. Yang menjabat sebagai Sekretaris Negara Kuria Romawi saat ini adalah Kardinal Angelo Sodano.

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com


Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan sebagian / seluruh artikel di atas dengan mencantumkan: “dikutip dari YESAYA: www.indocell.net/yesaya”

Saya dan Sakramen Ekaristi

Ekaristi
APA ITU MISTERI EKARISTI? Yesus hadir di dunia sekarang ini dengan berbagai cara, tetapi Ekaristi adalah saat di mana Yesus hadir secara paling istimewa. Saat Misa, imam mengucapkan doa khusus yang merupakan pengulangan kata-kata Yesus pada Perjamuan Malam Terakhir bersama dengan para murid-Nya, "Inilah Tubuh-Ku. Inilah Darah-Ku."

Dengan kuasa Allah, Yesus hadir dalam Ekaristi saat imam mengucapkan kata-kata tersebut. Meskipun yang kita lihat hanyalah sepotong hosti putih yang kecil, yang bentuknya seperti roti dan rasanya juga seperti roti, namun demikian sejak saat konsekrasi (saat imam mengucapkan doa tersebut) hosti bukan lagi roti, melainkan Tubuh dan Darah Yesus yang hadir dalam Ekaristi.

Yah, memang sulit untuk memahaminya - malahan, rasanya tidak mungkin membayangkannya. Namun, itulah kebenaran yang disampaikan Yesus kepada kita, dan kita percaya pada-Nya.

Banyak orang yang mempunyai pengalaman yang menakjubkan mengenai kehadiran Yesus saat mereka menerima Ekaristi dalam Komuni Kudus. Yesus mengasihi kita dan menyerahkan nyawa-Nya bagi kita. Ia ingin senantiasa bersama-sama kita sampai akhir jaman. Sebaliknya, Ia pun berharap kita mau membalas kasih-Nya. Yesus menantikan balasan cinta kita kepada-Nya dalam Ekaristi. Kita dapat mengatakan pada-Nya bahwa kita mencitai-Nya ketika kita menerima Komuni Kudus dan ketika kita berdoa kepada-Nya kapan pun juga.

sumber : My Friend; St. Thomas Corner; www.daughtersofstpaul.com/myfriend


Komuni
MENGAPA ROTI KOMUNI DISEBUT HOSTI? Hosti berasal dari bahasa Latin `Hostia', artinya kurban. Ketika Yesus wafat disalib, Ia mempersembahkan Diri-Nya sebagai kurban untuk menghapus dosa-dosa dunia. Kurban adalah sesuatu yang kamu relakan bagi orang lain. Selama Masa Prapaskah kita berkurban tidak makan permen atau menonton acara TV favorit kita sebagai silih atas dosa-dosa kita terhadap Tuhan.

Ketika kita menerima Hosti, kita mempersatukan diri dengan kurban Kristus. Kita juga mengatakan kepada Tuhan bahwa kita menyesal atas dosa-dosa kita. Tuhan menjawab, “Baiklah, Aku mengampunimu.”

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com

Hosti = Kristus
MENGAPA HOSTI BENTUKNYA BUNDAR? Kadang-kadang kita menerima Komuni Kudus apa adanya. Kita maju untuk menerima hosti putih tanpa sungguh-sungguh berpikir tentangnya. Karena iman, kita percaya bahwa hosti yang kita terima itu adalah Tubuh Kristus, tetapi pernahkah kalian berpikir tentang hosti yang kalian terima itu? Misalnya saja, mengapa bentuknya bundar?

Sebenarnya hosti tidak harus berbentuk bundar atau pun bentuk khusus lainnya. Sebagian Imam Katolik Roma menggunakan roti altar yang besar dan memecah-mecahkannya sehingga potongan-potongannya memiliki bentuk serta ukuran yang tidak beraturan. Sebagian imam lainnya menggunakan roti yang dipotong-potong berbentuk kubus sebagai hosti.

Namun demikian, pada umumnya Gereja Katolik menggunakan hosti yang bentuknya bundar karena dua alasan: 1. Lebih mudah ditelan. 2. Bentuknya yang bundar serupa dengan bentuk roti tradisional yang biasa dibuat di tanah kelahiran Yesus.

Mungkin kalian tahu roti Syrian atau roti "pita". Pita berasal dari bahasa Arab yang artinya bundar (kata 'pizza' juga berasal dari kata ini). Jadi hosti dibuat bentuknya bundar untuk mengingatkan kita akan roti yang dipakai oleh Yesus. Lain kali saat kalian menerima komuni, pandanglah hosti yang kalian terima baik-baik. Mungkin kalian menemukan hal-hal baru lainnya di sana.

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com


Hosti
APAKAH HOSTI BISA RUSAK? Ada suatu mitos yang mengatakan bahwa begitu hosti telah dikonsekrasikan dan menjadi Tubuh Kristus, hosti tidak akan pernah bisa rusak. Hal ini tidak benar, karena Komuni Kudus masih tetap memiliki kualitas roti dan anggur meskipun keduanya telah sepenuhnya diubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Roti dan anggur tetap memiliki rasa dan rupa asalnya dan tetap memiliki sifat-sifat asalnya pula, misalnya batas kadaluarsanya.

Jarang sekali terjadi hosti melampaui batas kadaluarsanya, karena dua alasan:
1. Tingginya tingkat yang dibagi dan terbatasnya jumlah yang dikonsekrasikan, menjamin hosti dipergunakan sesegera mungkin.
2. Hosti relatif kering karena tidak mengandung ragi. Keadaan lembab menyebabkan berkembang biaknya bakteri - keadaan kering menghalangi terjadinya hal tersebut.

Pada umumnya, imam mengkonsekrasikan hanya cukup hosti untuk sekali Misa, dengan sedikit sisa untuk keperluan kunjungan kepada mereka yang sakit. Diakon yang menghantar Hosti Kudus kepada orang-orang sakit mempergunakan hosti sesuai keperluan dan mengembalikan sisanya ke Tabernakel Gereja. Dalam menghantar Hosti Kudus, Diakon harus sungguh cermat memperhatikan apakah hosti yang hendak ia bagikan sudah dikonsekrasikan atau belum.

Bagaimana jika hosti sungguh menjadi rusak? Di kebanyakan gereja terdapat suatu wastafel khusus yang disebut “Sacrarium”. Wastafel ini tidak menyalurkan airnya ke pipa-pipa pembuangan, tetapi langsung ke tanah. Jika hosti yang telah dikonsekrasikan menjadi rusak, imam akan merendamnya dalam air hingga larut, lalu menuangkan airnya ke dalam Sacrarium. Hosti tidak boleh dikubur atau dibakar.

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com


Adorasi Sakramen Mahakudus
APA ITU ADORASI SAKRAMEN MAHAKUDUS? Ketika kamu maju untuk menerima Komuni Kudus di gereja, pernahkah kamu bertanya kepada dirimu sendiri, “Apakah yang aku makan?” Wah, itu pertanyaan yang salah! Komuni Kudus bukan suatu benda!

Seharusnya kamu bertanya, “Siapakah yang aku terima?” Komuni Kudus adalah seorang pribadi. Yaitu pribadi Yesus dari Nazaret - orang yang sama yang dilahirkan pada hari Natal dan yang wafat disalib, Putra Tunggal Allah yang Kekal.

Orang sering melupakan hal ini karena Komuni tidak seperti seorang manusia atau pun suatu makhluk ilahi. Ketika kita menerima Komuni Pertama kita, mungkin kita memikirkannya, tetapi kemudian kita segera lupa akan hal tersebut.

Gereja melakukan sesuatu untuk mengingatkan kita, yaitu dengan “Adorasi”. Adorasi membantu kita menyadari bahwa Tuhan sungguh nyata hadir secara pribadi dalam Sakramen Mahakudus. Imam mentahtakan Hosti Kudus dalam suatu tempat yang disebut monstran (artinya `mempertontonkan'). Kita bersembah sujud pada Yesus. Kita mengatakan pada-Nya betapa kita mencintai-Nya dan menyembah-Nya. Inilah yang disebut “Adorasi Sakramen Mahakudus”. Kita tidak menyembah roti, tetapi kita menyembah Putra Allah.

Pada akhirnya, Yesus Sendiri memberkati kita secara pribadi. Sesungguhnya, bukan imam yang memberkati, melainkan Tuhan Sendiri.

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com

Anggur
MENGAPA YESUS MEMPERGUNAKAN ANGGUR UNTUK KOMUNI? Alkohol dapat menimbulkan banyak sekali akibat buruk pada manusia. Alkohol dapat menyebabkan kecanduan serta gangguan kesehatan yang serius. Ketergantungan pada alkohol dapat menghancurkan keluarga dan pekerjaan. Jika demikian, mengapa Yesus mempergunakannya dalam Komuni Kudus?

Pada jaman Yesus, anggur adalah minuman yang paling umum. Air sulit didapat dan biasanya kurang aman untuk diminum. Susu cepat sekali menjadi basi dan harus diminum pada pagi hari. Orang-orang dalam Kitab Suci biasanya menambahkan air untuk mengencerkan dan mengurangi kepekatan anggur. Hal itu dilakukan agar anggur tidak terlalu keras bagi mereka.

Anggur mempunyai daya penyembuh. St Paulus menganjurkan Timotius untuk meminumnya. “Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah.” (1 Timotius 5:23). Jika kalian tidak meminumnya secara berlebihan, anggur dapat meredakan kegelisahan kalian dan memperlancar kerja pencernaan. Jika kalian meminumnya terlalu banyak, anggur dapat menyebabkan gangguan fisik dan emosional.

Pada dasarnya Yesus menghendaki agar kita merasa tenang dan nyaman dengan kehadiran-Nya. Ia menghendaki agar Komuni merupakan pengalaman yang menyenangkan bagi kita. Terlalu banyak orang yang menyambut komuni dengan dingin tanpa perasaan. Yesus ingin bersama-sama dengan kita tidak dengan cara yang menakutkan. Oleh karena itu Ia mempergunakan makanan dan minuman yang umum digunakan.

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com

MENGAPA IMAM MEMBASUH TANGANNYA DALAM PERAYAAN MISA? Dalam Liturgi Ekaristi, yaitu pada bagian Persembahan, imam membasuh tangannya dengan air serta mengeringkannya dengan lap.

Membasuh tangan adalah hal yang biasa dilakukan para imam dalam Perjanjian Lama sesaat sebelum mereka mempersembahkan kurban persembahan di Bait Allah. Kurban tersebut haruslah murni serta tak bercela, jadi imam membasuh tangannya untuk menghilangkan segala noda rohani darinya. Dianggap bahwa dosa dapat ditangkap dengan sentuhan, karenanya imam berusaha menghilangkan “dosa” tersebut dengan suatu upacara.

Ponsius Pilatus membasuh tangannya sebelum menyerahkan Yesus untuk dihukum mati. Dengan demikian, ia ikut ambil bagian dalam mempersembahkan Kurban Salib. Sekarang para imam membasuh tangan mereka dalam Misa untuk mempersembahkan kurban yang sama, yaitu Kurban Misa yang kudus.

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com


Roti dan Anggur
MENGAPA IMAM MENAMBAHKAN AIR KE DALAM ANGGUR PADA WAKTU MISA? Sebagian orang percaya bahwa imam melakukannya untuk melambangkan persatuan antara kita dengan Tuhan dalam Komuni. Air melambangkan manusia.

Dahulu, anggur adalah minuman yang biasa dihidangkan pada waktu bersantap. Air dan cairan-cairan lainnya seringkali kurang aman oleh karena kuman-kuman. Alkohol yang terkandung dalam anggur bekerja sebagai pembasmi kuman. Orang menambahkan air ke dalam anggur untuk menipiskannya dan juga mengurangi kadar alkoholnya.

Alasan ketiga yang sederhana adalah untuk menjadikannya cukup. Jika para tamu datang, air akan dicampurkan ke dalam anggur untuk menjadikannya cukup. Sama seperti halnya orang memecah-mecahkan roti agar lebih banyak orang dapat memakannya. Menuangkan air ke dalam anggur adalah suatu tanda keramah-tamahan pada masa Gereja Perdana. Mereka siap menerima siapa saja yang datang ke perjamuan kudus mereka.

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com


Roti dan Anggur
MENGAPA IMAM MEMECAHKAN SEKEPING KECIL KOMUNI DAN MELETAKKANNYA DALAM PIALA? Ada banyak penjelasan simbolik dari tindakan yang biasa disebut “memecah-mecahkan Hosti” ini. Alasan sebenarnya mungkin lebih sederhana.

Sari buah anggur tetap berfermentasi walaupun telah menjadi anggur. Lama-kelamaan anggur akan menjadi cuka dan mempunyai rasa yang asam.

Di masa lampau, orang biasa meletakkan sepotong roti dan membiarkannya mengapung dalam anggur untuk menyerap asam sehingga anggur menjadi lebih lezat rasanya. Hal tersebut mungkin karena roti adalah sesuatu yang padat dan tetap mengapung dalam anggur.

Di Eropa, dalam abad pertengahan, orang membakar rotinya terlebih dahulu (toast) untuk mencegah agar roti tidak menjadi terlalu lembek. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa orang masih membicarakan `toast' (roti panggang atau bersulang) ketika mereka minum anggur.

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com

Hosti = Kristus
MENGAPA ORANG KATOLIK TIDAK BERBAGI KOMUNI DENGAN ORANG KRISTEN YANG LAIN? Pada dasarnya ada dua macam Gereja Kristen: yang Independen dan yang Saling Berhubungan. Gereja independen adalah gereja yang masing-masing anggotanya bertanggung jawab secara pribadi atas keselamatannya dan tidak diperlukan pertanggungjawaban kepada kelompok lain yang lebih besar.

Kebanyakan gereja Protestan termasuk dalam kelompok ini. Keuntungannya ialah gereja independen memberikan lebih banyak keleluasaan dan kebebasan pribadi bagi masing-masing anggotanya. Kelemahannya ialah beban yang dipikul masing-masing pribadi terasa berat.

Gereja yang Saling Berhubungan adalah gereja yang masing-masing anggotanya saling berbagi tanggung jawab dengan seluruh komunitasnya demi keselamatan bersama. Gereja Katolik Roma termasuk dalam kelompok ini. Keuntungannya ialah tidak seorang pun anggotanya yang harus memikul tanggung jawab yang berat itu seorang diri. Kelemahannya ialah anggotanya kurang dapat mengembangkan inisiatif pribadi.

Gambaran di atas hanyalah penjelasan singkat mengenai salah satu dari perbedaan-perbedaan yang ada antara gereja Katolik dan Protestan. Gereja-gereja independen memberikan kebebasan kepada masing-masing pribadi untuk menentukan apakah mereka percaya kepada komuni atau tidak. Sebagian berpendapat bahwa komuni hanyalah suatu kenangan akan tindakan Yesus, sementara yang lain percaya bahwa komuni adalah sungguh Tubuh dan Darah Kristus.

Orang Katolik yakin bahwa Komuni adalah sungguh Tubuh dan Darah Kristus. Kita percaya bahwa Komuni adalah persekutuan antara semua anggota gereja sebagai saudara yang saling berhubungan satu sama lainnya dan Komuni adalah persekutuan antara kita dengan Yesus secara pribadi.

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com


Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan sebagian / seluruh artikel di atas dengan mencantumkan: “dikutip dari YESAYA: www.indocell.net/yesaya”

Kamus Indonesia